Rabu, 09 November 2011

Katakan tidak pada narkoba!

Penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba sudah merambah sampai ke segala penjuru dunia, tak terkecuali di nusantara yang kita cintai ini. Penyalahgunaan narkoba sangatlah berbahaya dan mengakibatkan dampak negatif baik secara fisik, psikologis maupun sosial.
Apa itu narkoba?
Narkoba adalah singkatan dari Narkotika, Psikotoprika dan Bahan adiktif lain, adalah obat atau zat yang jika masuk tubuh akan berpengaruh pada fungsi tubuh terutama fungsi otak.
Narkoba termasuk bahan adiktif karena menimbulkan ketergantungan dan tergolong zat psikoaktif artinya berpengaruh pada kerja otak dan mengubah perilaku pemakainya.
Contoh dari narkotika:
-          Candu
-          Morfin dan heroin, yang berasal dari tanaman candu (opium) dan memiliki pengaruh sama jika dipakai
-          Ganja dan kokain
Contoh psikotropika:
-          Ekstasi
-          Shabu
-          Obat-obat penenang
-          Obat tidur
Jenis-jenis narkoba yang banyak disalahgunakan sering memiliki julukan atau istilah yang sesuai dengan bahasa setempat yang sering berubah-ubah.
Narkoba yang saat ini banyak disalahgunakan adlaah ganja, ekstasi, shabu, dan heroin(putaw).
1.       Ganja
(cimeng, kanabis, marijuana, pot, thai stick, grass, gelek, rasta, dope, weed, hash, mary, jane, sinsemilla)
 
Ganja berasal dari daun dan pucuk bunga tanaman Cannabis Sativa yang berwarna hijau bila masih segar dan menjadi kecoklatan bila dikeringkan. Getah (resin) ganja atau hash  adalah getah pucuk bunga tanaman ganja kering yang dijadikan bubuk atau dimanfaatkan menjadi lempeng seperti kue atau bulat seperti bola. Minyak hasish adalah cairan yang diambil dari tanaman ganja kering atau getahnya.
Penyalahgunaan ganja biasanya dihisap sebagai rokok, ganja resin dan minyak dapat dimakan atau diseduh dalam minuman teh.
Bagaimana pengaruhnya terhadap pemakai?
Ganja menjadikan pemakaiya merasa rileks, kadang-kadang merasa nyaman dan gembira (euphoria). Pemakainya juga dapat mengalami sensasi palsu dalam penglihatan, penciuman, pencicipan, dan pendengaran yang disebut halusinasi.
Apa bahaya penyalahgunaan ganja?
Pada jangka pendek, pemakaian ganja dapat meningkatkan selera makan, denyut nadi juga sering menjadi penyebab gangguan dalam dimensi penglihatan, misalnya jarak pandang tidak normal.
Dalam dosis besar pemakai merasa terjadi perubahan dalam persepsi suara dan warna, yang menjadi lebih tajam, sedangkan daya pikirnya melambat dan terjadi kebingungan. Jika dosisnya sangat besar pengaruhnya sama dengan halusinogen lain, dan dapat menyebabkan cemas, panik, bahkan gangguan jiwa. Halusinogen adalah senyawa yang bila dikonsumsi dalam jumlah sedikit sudah menimbulkan pikiran menerawang ke alam khayal.
Bahaya lainnya yaitu, ganja yang dirokok mengandung 50% tar lebih banyak daripada tembakau dengan kandungan tar tinggi. Pemakaian ganja meningkatkan risiko kanker paru-paru dan penyakit paru lainnya.
2.       Ekstasi
(xtc, inex, adam, clarity, E, fantasi pills, cece, cein, kancing, rolls, beans, flipper, hammer)
 
Ekstasi adalah bahan psikoaktif yang bersifat stimulan (memacu kerja otak). Biasanya dibuat oleh pabrik gelap sehingga sebutan ekstasi tak lagi mengacu pada bahan tertentu, tetapi beberapa bahan yang mempunyai pengaruh sama pada pemakainya. Biasanya berupa tablet, dengan aneka bentuk dan ukuran, dapat juga berupa bubuk atau kapsul.
Penyalahgunaan ekstasi biasanya ditelan, tetapi dapat juga dihirup atau disuntikan.
Bagaimana pengaruh terhadap pemakai?
Ekstasi meningkatkan empati dan keakraban terhadap orang-orang lain. Pemakai merasa menjadi lebih mudah bergaul dan bersemangat.
Apa  bahaya penyalahgunaan ekstasi?
Setelah memakai ekstasi aktivitas mental emosional meningkat karena terjadi perubahan faal tubuh dan perasaan gembira yang berlebihan (euphoria). Terjadi dehidrasi atau tubuh kepanasan dan kekurangan cairan, pusing, dan lelah. Sistem organiknya tak dapat mengendalikan suhu tubuh. Ekstasi juga merusak organ-organ tubuh seperti hati, dan ginjal. Dapat terjadi kejang dan gagal jantung.
Pada dosis besar ekstasi menyebabkan gelisah, tidak dapat diam, cemas, dan halusinasi. Pemakaian ekstasi jangka panjang dapat merusak otak bahkan menimbulkan depresi, gangguan daya ingat, dan psikosis atau gangguan jiwa.
Bahaya lainnya yaitu tablet atau pil ekstasi dapat mengandung bahan-bahan lain yang sangat berbahaya yang berbeda pengaruh dan kekuatannya.
3.       Shabu
(ice, crystal, yaba, ubas, SS, mecin)
 
Shabu dan ekstasi tergolong ATS (Amphetamine Type Stimulation) yang memacu kerja otak. Shabu adalah istilah gaul untuk methamphetamine. Dibuat oleh pabrik gelap sebagai bahan sintetis (bahan kimia murni), berupa bubuk, tablet, atau kristal bening.
Penyalahgunaan shabu biasanya ditelan, dihirup melalui hidung, dihisap sebagai rokok atau disuntikan.
Bagaimana pengaruh terhadap pemakai?
Shabu menimbulkan rasa nyaman pada pemakainya, juga rasa gembira dna menyenangkan. Semangat meningkat, sehingga ditanggapi pemakainya sebagai pengingkatan kinerja. Rasa lapar dan lelah tertunda.
Apa bahaya penyalahgunaan shabu?
Setelah pemakaian shabu, selera makan hilang dan pernafasan menjadi cepat. Denyut jantung dan tekanan darah meningkat. Suhu tubuh meningkat sehingga tubuh berkeringat. Dengan dosis besar, pemakainya akan gelisah, tidak dapat diam dan dapat mengalami serangan panik.
Jika dosis berlebihan dapat menyebabkan kejang-kejang, dan kematian, karena terhentinya pernafasan, stroke atau gagal jantung.
Pemakaian shabu jangka panjang dapat menyebabkan kurang gizi, berat badan turun, dan ketergantungan psikologis, jika pemakaiannya dihentikan akan diikuti tidur untuk waktu lama, kemudian depresi (rasa murung).
4.       Heroin
(putaw, pt, diacetil, morfin, smack, dope, horse)
 
Heroin merupakan jenis opioda semi sintetik berupa serbuk putih butiran dan cairan, rasanya pahit yang memiliki sifat menghilangkan rasa nyeri. Heroin dibuat dari mofin yaitu bahan yng berasal dari tanaman candu, heroin murni berupa bubuk putik tetapi yang beredar dipasar gelap dicampur bahan-bahan lain karena setiap dosisnya berbeda-beda.
Penyalahgunaan heroin biasanya dipakai dengan disuntikan, tetapi bisa juga dengan disedot melalui hidung, dirokok atau asapnya dihirup.
Bagaimana pengaruh terhadap pemakai?
Setelah memakai heroin pupil mata menyempit, timbul rasa mual, muntah, tenggorokan kering, tidak mampu berkonsentrasi dan apatis (acuh tak acuh).
Heroin dapat menyebabkan ketergantungan baik secara fisik maupun psikologis. Terjadi toleransi (penyesuaian tubuh) terhadap heroin, sehingga jumlah heroin yang dipakai meningkat, agar diperoleh pengaruh yang sama pada tubuh. Pemakaian heroin jangka panjag menyebabkan berbagai gangguan kesehatan antara lain: berat badan turun drastis, kurang gizi, dan sembelit. Juga menyebabkan haid tidak teratur, impotensi, mengantuk dan acuh tak acuh.
Jika pemakaian heroin tiba-tiba dihentikan atau dosisnya dikurangi, terjadi gejala putus zat (sakauw), seperti kejang otot, mencret, tremor(anggota tubuh bergetar tanpa kendali), panik,hidung dan mata berair, menggigil, berkeringat, gelisah, tidak bisa tidur dan rasa nyeri seluruh tubuh.

0 komentar:

Posting Komentar